Translate

Wednesday, January 24, 2018

CARA TERNAK BURUNG MURAI BATU

Selamat sore,bagaimana khabarnya ? Sudah hampir satu bulan cuaca di daerah Ujungkulon dansekitarnya diguyur hujan dan cuaca buruk, maka untuk sementara Aktivitas mancing terhenti... kali ini coba kita cari referensi untuk ternak burung berkicau karena banyak pemirsa yang menanyakan itu (sok,yes)...
Memelihara burung kicauan sekarang ini sudah menjadi hobby untuk sebagian orang yang ada di Indonesia. Akan tetapi tidak banyak orang yang memanfaatkan hobby memelihara burung itu menjadi ladang penghasilan.
Untuk anda semua yang hobby dengan burung kicau, anda pastinay tau mengenai burung murai batu ini. Murai batu termasuk burung pengicau yang saat ini sudah terancam akibat perburuan yang liar. Burung murai batu termasuk pada famili Muscicapidae ataupun burung cacing.
Burung ini penyebarannya berada di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan juga tersebar di sebagian pulau Jawa. Beberapa dari para ahli menganggap ras dari Kalimantan Utara Kucica Alis-putih sebagai spesies yang tersendiri.
Selain cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan anda di rumah, burung murai batu ini bisa anda manfaatkan untuk lahan bisnis yang begitu menjanjikan. Sebab burung murai batu memiliki suara kicauan yang terdengar merdu, bermelodi, dan juga sangat bervariasi.
Ternak Burung Murai Batu
Ternak burung murai batu telah menjadi salah satu peluang bisnis yang begitu prospek, dikarenakan melihat permintaan pasar yang sekarang ini terus menerus semakin meningkat, dan penangkar burung murai batu ini sampai kualahan.
Keindahan dan kecantikan dari tampilan fisik burung imurai batu ni membuat banyak orang tertarik memelihara burung ini. Seorang yang menjalankan usaha beternak burung Murai Batu apabila ingin berhasil menjadi peternak murai batu yang profesional untuk dijadikan sebagai sumber dari penghasilan, sebenarnya merupakan perkara yang mudah. Baik itu untuk peternak yang coba coba maupun untuk peternak pemula.
Syarat utama agar dapat beternak burung Murai Batu yaitu harus mempunyai kemauan, keuletan, telaten, dan juga paling tidak punya sedikit bakat. Untuk berternak burung, banyak sekali faktor yang sangat menentukan kesuksesan yang harus anda ketahui.
Baik itu dalam ukuran kandang serta kebersihan kandangnya, atau bagaimana anda memperhatikan setiap hari pada burung-burung itu sebagai pemeliharanya dan juga pemberian pakan. Selain itu juga lingkungan atau tempat anda meletakkan burung itu akan begitu berpengaruh.
Tujuan utama di dalam betenak murai batu adalah menghasilkan burung murai batu dengan jumlah banyak dan bisa mendapatkan keuntungan yang banyak.
Dengan demikian anda harus punya kemauan yang sangat tinggi untuk dapat bersaing dengan orang lain. Anda juga harus telaten dalam bidang ternak dengan mendalam, dan anda juga harus mempunyai bakat tersendiri.
Berikut ini cara beternak burung murai batu yang bisa anda terapkan di rumah.

Pemilihan Bibit


Murai jantan atau betina, semuanya harus punya kualitas yang baik dan harganya tidak harus mahal. Pilihlah burung Murai Batu betina yang umurnya kurang lebih 1 atau 2 tahun.
Yang mana usia ini termasuk usia paling ideal untuk burung Murai Batu dalam ber-reproduksi. Keadaan kesehatan burung betina sebaiknya terjaga kenudian pastikan burung itu tidak terlalu kurus.
Untuk pemilihan burung jantan serupa waktu memilih induk betina. Pilihlah induk jantan yang juga tidak takut pada manusia dan punya mental yang cukup bagus.
Pejantan paling tidak berusia minimal 2 tahun juga sudah cukup matang guna melakukan perkawinan. Dianjurkan Murai Batu Jantan terbebas dari cacat fisik, entah itu di bagian kepala, kaki, bagian sayap maupun bagian tubuh lainnya.

Persiapan Kandang

Dalam ternak burung muai batu ini cara pertama yang sebaiknya dilakukan yaitu menyiapkan kandang. Pastinya kandang yang sesuai prosedur serta pengalaman peternak.
Dalam ternak burung Murai Batu tentu saja anda memerlukan kandang burung. Yang mana kandang burung itu didesain menggunakan ukuran yang lumayan luas.
Sebaiknya jangan terlalu sempit dan punya sikulasi udara yang baik. Sedangkan untuk penempatan kandangnya, dianjurkan diletakkan pada tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Sebaiknya jauhkan juga dari kebisingan dan memiliki sirkulasi udara segar yang baik. Untuk kandang burung murai batu juga sebaiknya terkena cahaya matahari yang pas saat pagi hari untuk memperoleh vitamin D.
Serta sebaiknya memiliki tempat teduhan pada saat sinar matahari sudah terasa panas untuk burung Murai Batu.

Kebersihan Sangkar Murai Batu

Merawat kandang murai batu agar tetap bersih termasuk faktor terpenting untuk keberhasilan dalam ternak burung murai batu. Jika kebersihan kandangnya terjaga, tentu bisa meminimalisir bibit penyakit.
Dengan sangkar burung yang bersih, burung murai batu akan merasa semakin nyaman, sehingga bisa terhindar dari stress yang merupakan penyebab penyakit dalam murai batu.
Membersihkan wadah pakan serta minum tiap harinya. Saat pagi hari, pakan serta air minum harus diganti dengan yang baru. Sisa dari air minum atau makanan yang belum habis sebaiknya dibuang.
Dalam satu minggu sekali, pada sangkar dibersihkan dengan keseluruhan. Sesudah kotoran dibuang, sangkar dapat dicuci kemudian disterilkan dengan disinfektan atu demgan obat antikuman. Setelah itu keringkan di bawah cahaya matahari.

Pakan Murai Batu

Pakan termasuk salah satu faktor paling penting dalam ternak burung murai batu. Murai batu perlu nutrisi yang cukup dalam menunjang aktivitas serta produktivitasnya.
Supaya nutrisi bisa terpenuhi, murai batu harus sealu diberikan pakan segar serta bervariasi. Memberikan vitamin untuk burung murai batu juga dibutuhkan.
Pakan burung murai batu dapat dengan pakan alami, pakan buatan, atau makanan campuran antara pakan buatan serta pakan yang alami. Pemberian pakan tambahan juga dibutuhkan supaya mendongkrak pertumbuhan.
Selain itu juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari burung murai batu. Pada umumnya pakan tambahan yang bisa anda berikan berupa jangkrik, ulat hongkong, orong-orong, cacing ataupun belalang.

Perkembangbiakan Murai Batu

Menaruh calon induk betina pada kandang. Betina yang ditaruh dalam kandang harus berumur kurang lebih 1 tahun atau telah siap dikawinkan.
Lalu, masukanlah 2 ekor betina kemudian biarkan kurang lebih 2 minggu guna beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sesudah itu masukan burung murai batu jantan serta kandangnya ke dalam kandang betina.
Tujuannya untuk mencegah penyerangan burung murai batu jantan pada 2 ekor betina itu. Sehingga harus beradaptasi dalam waktu kurang lebih 1 minggu.
Tunggulah burung betina sampai birahi. Pada umumnya burung betina akan bersiul-siul lalu mendekati sangkar murai batu jantan. Pada saat burung jantan serta betina telah saling berdekatan, saat ini waktu yang tepat guna melepas murai batu jantan dari sangkarnya.

Perawatan Anak Burung

Anak burung yang umurnya 7 sampai dengan 14 Hari dapat diberi makan dengan campuran voer bersama kroto yang dibuat encer. Pemberian makan dapat anda lakukan 1 jam sekali.
Sesudah umurnya 15 hari, umumnya mereka sudah mulai dapat makan kroto dengan sendirinya. Ada yang memakai pelet lele untuk makanan untuk murai batu.
Makanan itu juga tidak bermasalah, tidak akan menjadikan bulu murai jadi rontok. Pada saat murai batu sedang menetas sebaiknya anda mencermati prilaku induk dari murai batu.
Apabila induk dapat memberikan pakan dengan baik, sebaiknya kita harus menambahkan pakan berupa serangga. Misalnya seperti jangkrik dan juga kroto. Supaya gizinya terpenuhi dalam anakan murau batu.

Memandikan Murai Batu

Murai batu juga harus sering dimandikan agar kesehatan dan kebugaran tubuh murai batu dapat terjaga. Selain itu, memandikan murai batu juga mempercepat proses pergantian bulu-bulunya dan akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.


CARA TERNAK BURUNG KENARI

Disadur dari Merdeka.com - 
Burung kenari dikenal dan digemari oleh pecinta burung karena suara kicauannya yang merdu serta keindahannya. Keindahan dan suara merdu itulah yang membuat burung kenari telah menjadi hewan peliharaan sejak tahun 1400an. Burung kenari bukanlah burung yang cocok sebagai teman bermain dan lebih baik mengagumi keindahannya dari jauh, namun hal tersebut tidak mengurangi nilai burung kenari sebagai burung peliharaan yang luar biasa. Burung kenari memang menghabiskan kebanyakan waktunya berada di kandang, oleh karena itu bagi Anda yang hendak memelihara burung kenari sebaiknya siapkan kandang dengan ukuran yang cukup besar untuk mereka terbang dalam kandang.
Burung kenari dalam bahasa Inggris adalah Canary bird. Sesuai dengan namanya, burung kenari berasal dari pulau Canary yang berada masuk dalam negara Spanyol dan terletak di samudra Atlantik. Warna yang umum dari burung kenari adalah kuning. Karena warna bulunya inilah, burung kenari menjadi ide dasar dari pembuatan tokoh kartun Tweety. Namun tidak hanya kuning saja, ada pula warna merah-oranye, putih, merah muda, dan berbagai coklat. Dibandingkan dengan burung-burung kebanyakan, burung kenari merupakan burung dengan ukuran kecil namun bisa hidup hingga 20 tahun.
Bagi Anda yang ingin berternak burung, burung kenari merupakan salah satu burung yang cukup menguntungkan untuk diternak. Meskipun burung individu, ketika musim kawin, baik pejantan maupun betina akan sangat birahi untuk segera kawin. Hal ini dikarenakan burung kenari jarang tertarik pada hal lain selain kawin. Anda bisa memiliki satu pejantan dan banyak betina, tidak perlu membeli sepasang-sepasang. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga, akan ada pasangan burung kenari yang tidak berpisah atau hanya setia pada satu burung saja.
Anda ingin berternak burung kenari tapi tidak tahu caranya, yuk ikutin saja cara ternak kenari di bawah ini.
Cara ternak kenari
1. Jenis kelamin burung kenari
Jantan :
  1. Dubur pejantan menonjol, tegak lurus dan vertikal
  1. Suka berkicau dan bunyinya nyaring
  1. Bentuk badan cenderung ramping memanjang dan leher lebih panjang.
Betina :
  1. Dubur tidak menonjol namun datar
  1. Berkicau namun tidak sering dan tidak nyaring
  1. Bentuk tubuh cenderung bulat dan leher lebih pendek
2. Usia burung kenari
Ciri-ciri burung kenari siap kawin :
Betina : Suka mematuk-matuk apapun yang ada di dalam sangkar. Sayap juga dikepak-kepakkan.
3. Kandang untuk burung kenari
4. Proses perjodohan burung kenari
5. Proses perkawinan burung kenari
6. Proses pengeraman telur burung kenari
Selama betina mengerami telurnya, jangan lupa untuk terus memberi makan dan minum, serta menjaga kebersihan kandang.
7. Proses penetasan telur

Membedakan jenis kelamin pada binatang mamalia memang mudah, namun bagaimana cara membedakan jenis kelamin pada burung terutama burung kenari? Bagi Anda pemula dalam ternak burung kenari, sebelum Anda memulai untuk berternak burung kenari, ada baiknya jika Anda berlatih terlebih dahulu untuk membedakan mana yang jantan dan mana yang betina.
Yang perlu Anda ketahui apakah burung kenari tersebut sedang dalam keadaan siap kawin atau birahi atau tidak.
Jantan : Sering berkicau. Hiperaktif seperti sering melompat-lompat, mengepak-kepakkan sayap, bahkan terkadang sengaja menabrak jeruji kandang.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa burung kenari membutuhkan ruang luas untuk terbang, maka pilihlah sangkar yang memungkinkan bagi burung untuk dapat terbang dari dahan ke dahan. Dalam tahap awal ternak, sebaiknya pisahkan burung jantan dan betina. Atau sangkar besar yang sudah ada sekatnya untuk memudahkan perjodohan. Jangan lupa untuk menyiapkan tempat untuk makanan burung. Makan burung kenari biasanya biji-bijian. Bisa juga diberi telur rebus.
Sebelum proses perkawinan, tentu harus diberikan waktu bagi jantan dan betina untuk saling berkenalan. Caranya adalah dengan mendekatkan kandang mereka. Ciri-ciri mereka berjodoh adalah burung kenari jantan akan menyuapi si betina meski berada di luar sangkar. Pejantan akan lebih sering berkicau sebagai pertanda untuk menggoda si betina.
Ketika sudah terlihat bahwa mereka berjodoh, maka Anda bisa memasukkan pejantan dan betina dalam satu kandang yang sama. Caranya adalah dengan memasukkan burung kenari jantan ke dalam sangkar burung kenari betina. Lakukan hal tersebut ketika sore hari. Setelah disatukan dalam satu kandang, perhatikan apakah mereka saling menyuapi (seperti berciuman) atau tidak. Jika iya, maka sebentar lagi mereka akan melakukan perkawinan. Biarkan dalam sangkar hingga pagi hari. Kemudian pisahkan kembali jantan dan betina pada pukul 7-9 pagi.Ulangi lagi memasukkan burung jantan ke kandang burung betina pada sore hari hingga betina bertelur. Jangan menjemur burung kenari betina yang sudah bertelur, karena akan merusak telur kenari.
Pada proses pengeraman, biarkan jantan dan betina berada tetap di satu sangkar. Hal ini agar betina terus berada di sarang untuk mengerami karena pejantan akan terus menyuapi betina. Namun jika Anda memiliki lebih dari satu betina, pisahkan saja pejantan.
Biasanya hari ke-14 sesudah bertelur, telur-telur tersebut akan menetas. Jaga terus kebersihan kandang-kandang kenari serta rutin memberi makan dan minum. Jangan sampai kehabisan makanan dan minuman.
Semoga bermanfaat.